Mekanisme Pameran Foto semester 3 (2017-2018)

Peserta pameran (foto yang terpilih)

  1. A_kelompok dini (Karyawan)
  2. A_kelompok erlina (karyawan)
  3. B_3C_044116145_ANISA NUR FADILAH_LONG SHUTTER
  4. B_3C_044116152_Meita Yusnita_Light
  5. B_kelompok Dini (E)
  6. C_3C_HENDRYWIJAYA_044116118_CONCERT
  7. C_3D_044116202_Bayu Wahyu Agung_potret bluring
  8. C_kelompok intan (E)
  9. D_KELAS A_044116010_MUHAMMAD RIZKY ALFURQON_MINIMALIST
  10. D_kelompok Bella (E) (2)
  11. F_Kelas 3A_044116023_AUFA AZHAR_POTRAIT
  12. F_kelas D_044116191_Maria Stella Purba_Human Interest
  13. F_kelompok 9 (H) (2)
  14. G_3C_044116128_dhimas muhammad aditya_potrait
  15. G_Kelas D_044116182_Hana Nur Meisita_Line
  16. G_kelompok Bella (E) (1)
  17. H_3C_04115167_M Reyhan Lavendra_Low angle
  18. H_Kelas 3B_044116102_Andini Indriani_light
  19. I_3B_044116_Ananda Novana_human interest
  20. I_3B_044116092_Ardelia sukma_Human interest
  21. I_kelompok Abhan (G)
  22. J_kelompok 3 (H)
  23. J_kelompok Annisa (F) (2)
  24. K_kelompok Annisa (F) (1)
  25. K_kelompok cokro (F)
  26. K_kelompok Yoga (E)
  27. L_3C_044116111_YudithMelatiA_Light-Framing1
  28. L_kelompok Annisa (F) (3)

 

a. Menerima foto

Bagi peserta yang terpilih, segera memberikan alamat e-mail (surel) untuk mendapatkan data foto yang akan dicetak. Sesuai format di bawah

  1. (nama kelompok/nama pembuat), (alamat email)
  • Contoh L_kelompok Annisa (F)(3), annisa@gmail.com
  1. Nama kelompok/nama pembuat sesuai dengan nama-nama yang terdaftar di atas
  2. Berikan email balasan untuk meyakinkan bahwa data foto sudah diterima

 

b. Cetak foto

  1. Foto yang terpilih, segera dicetak dalam ukuran minimal 8 R (ukuran lebar, menyesuaikan)
  2. Foto wajib dicetak di tempat khusus cetak Foto (Fuji, Kodak, dll), Bukan di tempat percetakan atau tempat foto kopi

 

c. Pasang Foto

  1. Pelaksanaan pemasangan Foto, pada tanggal 27-29 Desember 2017
  2. Alat penempelan foto menggunakan isolasi bolak-balik (double tape)
  3. Identitas Foto (Judul Foto, Nama pembuat Foto) ditempel tepat di bawah foto
  4. Identitas Foto diketik dengan Font Arial 11, bold.

Tata letak pemasangan mengikuti gambar denah di bawah ini

 

Lokasi memasang karya (foto)

Foto dipasang di dinding kayu, yang terletak di depan gedung dekanat yang ada di gedung fisib

 

Catatan:

  • Untuk kelompok Annisa dan Cokro (kelas F), segera menghubungi saya (feri)
  • Berkas dan flash disk yang sudah dikumpulkan kemarin, silahkan diambil kembali oleh komti masing-masing dan dibagikan lagi kepada kelompok masing-masing
  • Berkas bisa diambil di sekretariat Lt. 7 (ruang 7,09)
  • UTS susulan (kelas Feri Ferdinan) dilaksanakan pada saat UAS di gedung FISIB, ruang 3.5 pada pukul 08.30 – 10.00 wib

Tugas lanjutan ke 2

Tugas berikutnya, ada 2 tugas

  1. Anda membuat foto sesuai dengan perencanaan. (berarti ada tiga foto)
  2. Merevisi perencanaan sebelumnya

 

  1. Tugas Membuat Foto
  • Dalam bentuk Softcopy (data digital) yang dikumpulkan pada komti sebelum jadwal kuliah dimulai pada minggu depan.
  • Foto yang sudah dikumpulkan disimpan dalam flash disk komti masing-masing kelas
  • Di dalam flashdisk, foto ditata secara rapi, setiap kelompok dalam satu folder
  • Pada pertemuan mendatang, langsung dibahas di kelas

 

 

  1. Merevisi perencanaan (masih belum jelas atau mau ganti objek foto),
  • Mau membuat apa?
  1. Kegiatan pasar, foto beauty, Tolong dijelaskan, maksudnya kegiatan pasar itu seperti apa? Transaksinya, profil penjualnya, atau landscape-nya
  2. Foto beauty, maksudnya bagaimana? Langsung disebutkan saja, misalnya “Foto model”, “foto pemandangan”, “foto gedung”, “foto tugu bogor” dan lain-lain.
  • Lokasinya di mana?

Sebutkan lokasi pemotretan, sespesifik mungkin, misal “di lapangan sempur”, “di ruang 7,08, lantai 7 gedung GSP unpak”, dan lain-lain.

  • Cerita di balik foto

Jelaskan, makna atau pesan yang ingin disampaikan melalui foto tersebut. Misalnya, seandainya Anda memotret “pengemis”, jelaskan profilnya, nama, pengalaman menarik dari tokoh yang difoto dan sebagainya.

  • Bahan yang diperlukan

menjelaskan perlengkapan apa yang diperlukan untuk membuat foto semakin lebih baik

  • Teknis pembuatan foto

Menggunakan kamera canon 1000d – lensa 16-55, Shutter speed (SS): 1/400, iso: 800, f 3,5

 

catatan: 

  1. Kalau mau mengganti objek foto, dipersilahkan. (buatlah foto yang lebih baik)
  2. Seandainya anggota kelompok masih melebihi 5 (lima) orang, maka dikeluarkan kelebihannya dan minta untuk bergabung dengan kelompok lain yang masih di bawah 5 orang, atau buat kelompok lagi
  3. Silahkan melihat referensi contoh foto ig: @fotografiunpak (ini adalah contoh foto yang sempat dipamerkan dari angkatan sebelumnya.
  4. Atau bisa melihat referensi yang lain (dari berbagai sumber, majalah, internet, koran, televisi media sosial dan lain-lain), dan pelajari bagaimana cara membuatnya.
  5. Kalau mau menggunakan fasilitas dari kampus (kamera dan lain-lain), maka lokasi foto harus di dalam lingkungan kampus (sesuai aturan dari Fakultas)

Mudah-mudahan bisa difahami sebaik-baiknya.

tugas dasar-dasar fotografi

  1. Buat kelompok dengan jumlah maksimal 5 orang
  2. Membuat perencanaan foto
  • Mau buat foto apa? (3 foto saja)
  • Lokasinya di mana?
  • Cerita dibalik foto itu?
  • Bahan-bahan yang diperlukan?
  • Cara / teknis pembuatan foto tersebut
  1. Perencanaan foto diketik dalam 1 (satu) lembar kertas A4 / HVS
  2. Cantumkan identitas, (nama kelompok, nama peserta kelompok, nama kelas)
  3. Tugas dikumpulkan di komti masing-masing
  4. Dibungkus dengan plastik secara rapi
  5. Tenggat Waktu / Deadline (sesuai waktu kuliah)
  • Untuk Dasar-dasar Fotografi jadwal senin paling telat tanggal 13 Nopember 2017
  • Untuk Dasar-dasar Fotografi jadwal Jumat paling telat tanggal 17 Nopember 2017

003 – Komposisi Fotografi

Komposisi Fotografi

  • Komposisi fotografi adalah susunan gambar dalam satu ruang
  • Komposisi fotografi berbicara masalah menempatkan berbagai objek yang terpotret dalam bingkai foto
  • Komposisi fotografi adalah, pengaturan/penataan dan penempatan unsur-unsur gambar ke dalam frame (bingkai) gambar

 

Rule of Third

  • Rule of third atau aturan sepertiga adalah petunjuk bagaimana caranya memosisikan objek di sepertiga bagian dalam foto agar lebih enak dilihat
  • Pada aturan sepertiga, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar, baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga objek terlihat lebih indah dan seimbang
  • Tiga bagian sama besar ini foto menjadi mempunyai 9 area sama besar.
  • Perpotongan garis vertikal dan horizontal merupakan titik perhatian pemirsa dalam menyaksikan suatu adegan.

 

 

Walking Room/Lead Room

  • Ruang yang menunjukkan arah jalan objek sampai tepi frame, ruang depan lebih luas dua kali dibanding ruang belakang (30-50%)

 

Looking Room/Nose Room

  • Jarak pandang objek ke depan dengan perbandingan dua bagian depan satu bagian belakang (30-50%) *ruang kosong pada arah yang dilihat objek

Head Room

Ruang kosong yang berada di atas kepala

Over shoulder

Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu objek dalam gambar sehingga objek tampak membelakangi kamera. Sementara objek utama lebih difokuskan tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu objek ke dua

Sudut pengambilan foto

  • High angle (Bird eye), posisi objek yang difoto lebih rendah dari kita. Pengambilan gambar dengan meletakkan tinggi kamera di atas objek.
  • Kesan psikologis, objek tampak tertekan

  • Eye level, sudut pengambilan gambar di mana objek berada pada posisi sejajar dengan fotografer / sama seperti mata memandang.
  • Kesan psikologis, kewajaran dan kesetaraan

  • Low angle (Frog eye), pengambilan gambar dengan meletakkan tinggi kamera di bawah objek atau di bawah garis mata orang.
  • Kesan psikologis, objek tampak berwibawa

 

Fotografi Seri / Esai

  • Fotografi seri adalah foto-foto yang terdiri dari lebih dari satu foto, tetapi satu tema
  • Fotografi yang menjelaskan satu peristiwa atau topik dalam beberapa foto
  • Memudahkan fotografer dalam menjelaskan sebuah peristiwa karena

 

Syarat Foto Esai

  • Establishing shot, menggambarkan tempat / setting tempat kejadian. Berfungsi menggambarkan keseluruhan cerita atau objek
  • Detail shot, foto detil dari objek yang dipotret atau yang akan dijelaskan. (cu dan ecu)
  • Interaction shot, foto yang menjelaskan interaksi objek dengan lingkungan sekitarnya. (pengadeganan)
  • Climax, foto yang menjelaskan titik puncak cerita atau kunci cerita dalam foto seri yang menjadi benang merah hubungan antar foto seri.
  • Punch / closing shot, foto yang menutup cerita dalam foto seri. Biasanya meninggalkan kesan mendalam dari penikmatnya. (pesan, inspirasi atau motivasi)

 

 

003 – Sejarah Fotografi #3 (end)

Era Foto Berwarna

maxwell

Sekitar tahun 1855 seorang ilmuwan bernama Clark Maxwell berhasil membuktikan bahwa segala warna dapat ditiru dengan mencampurkan warna Merah – Hijau – Biru (RGB) dalam jumlah dan berbandingan tertentu.

Pada 1861, ia memotret pita tartan dengan tiga kali pemotretan memakai film hitam putih. Tiap-tiap pemotretan dilapisi filter berbeda-beda, yaitu filter merah, hijau, dan biru. Kemudian, ketiga foto itu disatukan. Hasilnya seperti di bawah ini.

foto-berwarna-pertama-di-dunia
http://jadul.id/foto-foto-tertua-di-dunia/

collodion

Pada tahun 1871, Richard Maddox menemukan bahwa gelatin (seluloid) dapat digunakan sebagai pengganti kaca untuk pelat fotografi. Langkah ini tidak hanya membuat pengembangan lebih cepat tetapi juga membuka jalan untuk film yang diproduksi secara massal.

eastman

Juni 1888, George Eastman, seorang Amerika, menciptakan revolusi fotografi dunia hasil penelitiannya sejak 1877. Ia menjual produk baru dengan merek KODAK berupa sebuah kamera box kecil dan ringan, yang telah berisi roll film (dengan bahan kimia Perak Bromida) untuk 100 exposure.

Bila seluruh film digunakan, kamera ini yang diisi film kemudian dikirim ke perusahaan Eastman untuk diproses. Setelah itu kamera dikirimkan kembali dan telah berisi roll film yang baru. Berbeda dengan kamera masa itu yang besar dan kurang praktis, produk baru tersebut memungkinkan siapa saja dapat memotret dengan leluasa.

21 Feb 1947 --- 02/21/1947: Picture shows Edwin H. Land showing positive and negative print taken from a new camera that produces finished pictures. --- Image by © Bettmann/CORBIS

Di tahun 1972, kamera Polaroid yang ditemukan oleh Edwin Land mulai dipasarkan. Kamera Polaroid ini mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.

Fotografi menggunakan sistem polaroid sempat mempunyai masa jaya, sekitar tahun 1980 hingga 1990 awal. Sifatnya yang mempunyai proses pembuatan foto sangat cepat.

Steve-holding-camera-11

Akhir 1975, seorang teknisi dari perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson, bisa dikatakan sebagai orang pertama yang menemukan Kamera Digital.

Menggunakan sensor CCD sebagai media penerimaan gambar, kamera ini hanya mampu menghasilkan foto hitam putih dengan resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240 pixel).

Media penyimpanannya adalah sebuah kaset tape, sedangkan untuk melihat hasil gambar, kamera ini harus disambungkan terlebih dahulu dengan sebuah televisi. Kamera ini mempunyai bobot 3,6 kg dan membutuhkan waktu tak kurang dari 23 detik untuk memproses satu buah foto. Karena berbagai kekurangan tersebut, kamera ini tak berhasil dipasarkan.

Sejak kehadiran perekam fotografi secara digital, teknologi fotografi juga berubah secara signifikan. Dengan teknologi digital, kamera fotografi bermetamorfosa mengikuti fitur digital. Perekam gambar terakhir yang menggunakan seluloid atau film, di era ini diubah menjadi sensor seperti pada kamera digital. Pada saat itu, kodak sebagai pionir dalam fotografi digital menyediakan mesin digital untuk disatukan dengan kamera analog yang dimiliki setiap fotografer, sehingga kamera menjadi hibrid atau gabungan antara analog dan digital.

F90DIGI
http://www.nicovandijk.net/nikonfujikodak.htm