Pertama-tama, saya akan kenalkan dulu peralatan yang utama dalam fotografi, yakni tentu saja kamera. Peralatan yang tidak boleh tidak ada saat melakukan fotografi. Mudah-mudahan bisa dicerna dengan baik ya.
Kamera saat ini yang paling sering digunakan saya kira ada tiga kamera, yakni kamera saku atau pocket, kamera hp, kamera slr dan kamera mirrorless. Untuk sesi kali ini saya akan bahas kamera slr dan kamera mirrorless, sementara kamera saku dan kamera hp saya pikir lebih mudah dipahami ketika kamu ngerti soal kamera slr dan mirrorless.
Saya tidak akan bahas apa perbedaannya, karena nanti dengan mengerti anatominya masing-masing, kamu pasti bisa bedakan. Kita mulai dari kamera slr dulu ya, kamera slr merupakan singkatan dari kamera single lens reflect. Disebut demikian karena kamera ini menggunakan satu lensa.

Nah, jika kamu membeli kamera, pasti kamu dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, kamu mau beli kamera secara satuan, yakni body-nya saja atau lensa-nya saja. Ke dua, kamu bisa beli kamera secara satu set atau populer dengan sebutan “kit”, yakni dalam sekali pembelian, kamu sudah dapat kamera lengkap dengan lensanya. Dengan kata lain, satu set peralatan kamera untuk fotografi terdiri dari body kamera dan lensa kamera.

Setelah cari-cari di mbah google, saya kira gambar ini yang paling mudah dimengerti. Kita mulai dari bagian depan dulu ya, sebetulnya banyak sekali fitur pada body kamera, tapi saya akan persingkat aja biar lebih praktis.
Fitur yang pertama adalah tombol shutter, bagian ini adalah fitur yang berfungsi untuk membuka shutter dalam kamera. Intinya, kalau kamu sudah yakin sama komposisi objek yang dibidik, maka kamu langsung menekan tombol ini untuk memotret objek tersebut.
Pada kamera slr, tombol shutter mempunyai dua fungsi, yang pertama kalo ditekan secara penuh maka dia berfungsi mengambil gambar dan yang ke dua kalau ditekan setengah maka akan berfungsi untuk memastikan fokus lensa.
Fitur yang ke dua adalah grip, bagian ini berfungsi untuk membuat pegangan kamu ke kamera lebih nyaman, terbuat dari karet sehingga bisa menguatkan pegangan kamu ke kamera.
Ke tiga adalah fitur lens release button, fitur ini berfungsi untuk tombol melepas dan menyambungkan lensa kamera ke body kamera.
Ke empat, Image sensor, bagian ini berfungsi sebagai alat untuk memotret gambar yang kamu potret. Di sinilah objek dirubah secara digital menjadi gambar. Kalau di antara kamu ada yang masih ingat pada kamera analog, ia menggunakan film roll untuk sarana penyimpanan gambar. Nah, sensor ini mengganti fungsi film pada kamera digital.
Ke lima adalah mode dial, adalah tombol untuk memastikan mode apa yang kamu gunakan saat memotret. Yang paling gampang membedakan apakah kamu memotret dengan mode otomatis atau manual. Tapi pada kamera digital fitur otomatis dan manual dibagi menjadi beberapa mode.

Saya akan jelaskan sedikit soal mode pada kamera digital, karena di Indonesia kebanyakan orang menggunakan canon dan nikon, saya bahas di dua kamera itu saja ya. Meskipun ke duanya mempunyai fungsi yang sama, namun mereka menggunakan istilah berbeda.
Di gambar atas, kamu lihat tombol mode pada kamera canon dan yang paling sering digunakan dan memiliki karakteristik yang sama empat mode, yakni M, Av, Tv, dan P. Semetara kalau nikon, empat mode itu adalah M, A, S, dan P.

M / M => Manual adalah mode yang mebuat fitur kamera kamu pada posisi manual, seperti pengaturan ISO, Diafragma dan Kecepatan Shutter diatur sendiri.
Av / A => Aperture Priority adalah mode yang membuat fitur kecepatan shutter di kamera kamu pada posisi otomatis. Jadi kalau kamu pake mode ini, kamu hanya mengatur Diafragma saja (manual) sementara Kecepatan shutter akan menyesuaikan (otomatis).
Tv / S => Shutter priority adalah mode yang membuat fitur diafragma di kamera kamu pada posisi otomatis, ini kebalikan dari mode A. Jadi diafragma akan menyesuaikan setingan kecepatan, diafragma otomatis, sementara kecepatan shutter manual.
P / P => Program, mode ini kebalikan dari mode M, jadi kalo di M semua fitur pada posisi manual, nah kalau mode P maka semua fitur kecepatan, diafragma dan iso di set secara otomatis.
Ke enam, adalah Hot shoe, untuk fitur pentaprism hump diabaikan saja dulu ya. nah, si hot shoe ini adalah fitur untuk menyimpan sekaligus koneksi body kamera ke lampu flash atau sering juga disebut blits.

Sementara, enam fitur dulu ya, semoga bermanfaat ya.
