Foto Produk untuk Pemula

hallo, nah kali ini saya akan bahas fotografi produk untuk pemula, menggunakan kamera hand phone. Buat para pedagang-pedagang online, saya kira ini berita bagus. Dalam tema kali ini, saya akan bahas bagaimana cara melakukan foto produk dengan peralatan yang sangat sederhana, plus kamu bisa lebih cepat upload jadi iklan dagangan kamu.

okay, kita mulai dari peralatan dulu, inilah beberapa peralatan yang harus kamu siapkan:

1. karton ukuran besar, kira-kira 60×90 cm. (tetap fleksibel, ukuran disesuaikan dengan ukuran objek)

2. lampu belajar dengan lampu putih sebanyak 2 atau 3 buah.

3. solatip atau lakban

4. tiang penyangga

5. hand phone (untuk kamera kamu)

nah, kira-kira peralatannya seperti itu, ini kebutuhan minimum ya.

selanjutnya kita lakukan penataan peralatan

karton akan kita gunakan untuk latar belakang, sebetulnya warna apa saja bisa dipakai sesuai selera, tapi saya lebih senang menggunakan warna putih. Lakukan seperti yang di foto, latar belakang kita tekuk sehingga objek seperti pada bidang datar. Untuk tiang bisa kita akali dengan menempelkan latar belakang ke tembok rumah. Lalu lampu akan mengikuti selera fotografer, tapi posisi yang saya rekomendasikan ada di sebelah kiri dan kanan objek. Jangan lupa, hand phone batrenya mesti penuh ya.

Nah, ini beberapa hasil dari pemotretan menggunakan kamera hp yang dibantu dengan peralatan yang tadi saya sebutkan. Ya memang ga bagus-bagus amat, tapi untuk standar visual pasar online cukup lah, langsung upload di intagram, path dan lain-lain.

semoga bisa jadi bahan masukan buat bantu usaha online kamu. walaupun sedikit, mudah-mudahan bermanfaat.

Fotografi dari Kamera HP #11 (end)

Waktunya Motret

Akhirnya, kita di babak akhir… nah, di seri terakhir saya coba simpulkan beberapa langkah dalam fotografi ringan untuk terapi.

1. Fotografi adalah kegiatan yang menyenangkan, oleh sebab itu, kamu harus pastikan fotografi adalah kegiatan pelepas penat. Jangan serius-serius… santai saja.

2. Agar fotografi lebih menyenangkan, setting kamera kamu ke mode otomatis, biar ga banyak pikiran menentukan kecepatan shutter dan lain-lain. Masa bodoh manual, pake otomatis saja, lebih asyik.

3. Jangan lupa untuk selalu membawa kamera kamu, kemana pun kamu pergi.

4. Gunakan kamera kecil dan portable saja, biar mudah dibawa-bawa dan muat di saku celana.

5. Jangan pernah malas menggunakan kamera, dimanapun kamu berada, potret setiap pemandangan yang menurut kamu indah.

6. Untuk lebih memudahkan, set ikon aplikasi kamera di “home” hp kamu. Jadi begitu ada yang menarik, angkat kamera kamu dan klik langsung app kamera kamu.

7. Selalu siaga dan hati-hati sama copet.

8. Pastikan batere kamera selalu penuh.

9. Bawalah power bank buat kamu yang menggunakan kamera hp.

10. Perbanyak referensi foto dari berbagai sumber, internet, majalah, koran, iklan, baligo dan lain-lain.

11. Review dan jangan malu-malu mengunggah foto kamu di media sosial.

12. Kalau bisa, ikutan lomba fotografi.

Nah, kurang lebih seperti itu, sekarang saya kasih kamu beberapa contoh hasil foto-foto saya. Selamat menikmati.

001. Pantau KRL

 002. Monas Invantion

003. Banjir

 004. Imlek

005. Merdeka atau mati

 006. Sunset

007. Flower city

 008. Panen

009. Beos

 010. Dilarang kencing

 011. Melawan atau miskin

 012. Ritual

 013. Peluk

 014. hormat

Fotografi dari Kamera HP #9

Elemen Garis dalam Komposisi Fotografi

Setelah mengaplikasikan teori aturan tiga ruang atau rule of third, sekarang mari kita pelajari sedikit elemen garis yang bisa diaplikasikan dalam fotografi kamu. Dalam mengaplikasikan elemen garis ini, hal yang harus kamu latih adalah kepekaan melihat garis dalam setiap objek fotografi yang kamu potret.

Ada beberapa beberapa jenis garis yang bisa kamu cermati, garis lurus baik horizontal atau mendatar dan vertikal atau meninggi. Ada pula garis diagonal baik yang miring ke kiri maupun miring ke kanan. Kemudian, garis yang spesial, seperti garis melengkung.

Saya kira dengan mengenal keempat jenis garis ini, kamu bisa ikuti dengan sangat mudah. Seperti apa caranya?

Elemen yang pertama adalah garis vertikal. Garis seperti ini bisa kamu temukan hampir di semua bangunan. Yang paling sederhana menemukan elemen garis ini misalnya pada tiang-tiang penyangga bangunan.

Seperti pada tiang penyangga kanopi yang ada di peron stasiun, kalau kita deretkan dan dibuat seolah-olah mempunyai ukuran yang berbeda, dari besar hingga kecil, jadi bisa lebih asyik ya. Atau bisa juga garis yang terdapat pada pintu kereta.

Bisa juga pada pilar-pilar sebuah gedung, dipadu-padankan dengan elemen cahaya misalnya, membuat foto garis tersebut terlihat menjadi aksen yang asyik pula. Di potret dari bawah, tambah lagi karakter pilar tersebut terlihat seperti berwibawa, kokoh dan agung.

Selain secara vertikal atau lurus, elemen garis bisa kita temukan secara mendatar atau horizontal. Garis seperti ini biasanya kita temukan pada foto dengan format lansekap, seperti foto pemandangan. Foto laut misalnya, ketika kita memotret matahari terbit atau tenggelam, di antara matahari yang menjadi objek foto, kita akan melihat batas antara laut dan udara seolah-olah dipisahkan satu garis lurus mendatar.

Saya mencontohkan dengan objek yang berbeda, saya ambil di dalam pesawat. Di bangku bagian belakang, biasanya kita bisa menjadikan sayap pesawat menjadi aksen atau malah objek yang asyik, sehingga foto terlihat semakin lengkap. Kembali ke soal garis horizontal, di sini kamu bisa melihat seolah-olah ada garis pembatas mendatar yang memisahkan antara langit yang biru dengan gumpalan awan-awan yang menguning karena terpaan matahari sore. Lumayan la ya, bisa tergambar bagaimana memanfaatkan garis mendatar pada fotografi.

Pada landasan pacu pesawat ini pula bisa kita lihat adanya garis horizontal yang melintang seolah-olah membatasi antara daratan dengan langit.

Garis selanjutnya adalah garis diagonal, garis ini bisa kita temui pada tanjakan tol atau tugu dengan arsitektur diagonal seperti tugu dirgantara di wilayah pancoran Jakarta.

Kita juga bisa buat sendiri dengan membuat garis diagonal yang sesungguhnya garis lurus. Seperti pada kabel listrik ini misalnya, sebetulnya dia bisa kita tentukan mau lurus atau miring.

Nah, si kabel listrik ini mempunyai karakter yang lurus, namun karena menurut saya lebih bagus jika terlihat diagonal, maka seperti ini lah hasilnya.

Selanjutnya adalah garis melengkung, garis seperti ini bisa kita temukan di lintasan jalan tol, atau lintasan sirkuit balap yang biasanya jarak pemisah antara jalur utama dengan pinggiran itu dipisahkan secara tegas oleh garis nyata.

Saya kira fotografer-fotografer balapan di semua tipe lintasan balap, garis melengkung selalu menghiasi foto-foto dahsyat mereka. Misalnya ketika Valentino Rossi menyalip Dani Pedrosa di tikungan, nah aspek lengkungan pasti menghiasi aksi mereka.

Agak susah sepertinya di Indonesia mencari arena balap yang legendaris, tapi kita bisa siasati dengan melatih naluri fotografi kita dari hal-hal yang sederhana, seperti balapan radio control ini misalnya, biasanya di mal-mal terdekat kamu juga pasti ada, tinggal ikuti saja jadwalnya dan cari tahu di komunitas-komunitas.

Garis melengkung tidak hanya bisa kita temukan dari lintasan balap. Ingat naluri menangkap garis dalam fotografi tidak melulu adanya garis tegas, tapi juga kita bisa dapatkan dari kehidupan nyata dengan mengaplikasikan garis imajiner atau garis khayalan dalam foto kita.

Seperti foto suasana di Bundaran Hotel Indonesia ini misalnya, kira-kira garis apa saja yang bisa kita lihat di dalam foto ini? Kalau kamu melihat ada garis lurus vertikal, garis horizontal saja berarti kamu kurang peka. Lihatlah lebih dalam, cahaya dari mobil-mobil di foto ini membentuk garis melengkung yang disebabkan mobil-mobil tersebut mengikuti alur melingkar dari bentuk Bundaran HI. Jadi, garis-garis dalam foto bisa kita dapat dengan mengembangkan daya imajinasi kita.

Nah, bagaimana, sudah bertambah lagi konsep pembuatan foto yang sesuai dengan keinginan kamu? ya walaupun sedikit, paling tidak bisa menambah pengetahuan ya, dan yang paling penting bisa menambah semangat kamu memotret ya.