Antara Siluet dan Bokeh
Hari ini saya akan kasih kamu teknik memotret siluet dan bokeh. Wah, mahluk apa nih? Caranya tidak sesulit namanya ko, santai saja. Mari kita mulai dari siluet.
Untuk siluet, saya kira kemaren sempat disinggung ya. Sederhananya, bagaimana kita memotret objek tapi terlihat seperti bayangan, jadi cahaya background atau latar belakang jauh lebih terang daripada objeknya.
Nah, pertanyaannya bagaimana cara membuatnya? Karena kita menggunakan kamera dengan semua fitur yang diset otomatis, maka membuat gambar seperti ini punya tantangan tersendiri. Apabila kamu set fitur kamera secara manual sebetulnya lebih mudah. Tapi kita konsisten di otomatis saja ya.
Cara membuat siluet dengan fitur otomatis, fotografer harus mencari background dengan cahaya yang sangat terang. Kalau kurang terang, seperti ini jadinya.
Nah gagalkan? Cahaya di objeknya masih relatif terang, sehingga tekstur objeknya keliatan. Mengapa bisa begitu, kamera dengan fitur otomatis pasti diafragma, shutter speed dan isonya akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan pada objek, oleh sebab itu objek masih terlihat terang.
Saya menggunakan objek tangan jadi biar kamu mudah mengira-ngira jaraknya ya. Nah kalau menggunakan background yang sangat terang, kamera dengan fitur otomatis pun tetep kalah. Sehingga efek siluet bisa diperoleh. Cahaya terang itu bisa dari matahari atau lampu yang terang banget, antara 40 watt ke atas. Nah seperti ini lah kira-kira.
kalau masih kurang puas, kamu bisa edit sedikit, seperti ini
Teknik selanjutnya membuat bokeh, pengertian sederhananya bokeh adalah membuat gambar background menjadi blur atau tidak fokus. Kurang lebih seperti gambar di bawah ini.
Gambar tersebut memperlihatkan perbedaan yang tegas antara objek dengan background. Perbedaan itu ditunjukkan dengan titik fokus pada objek dan backgroundnya. Objek dibuat fokus atau gambarnya jelas, sementara untuk background dibuat sengaja blur.
Lagi-lagi untuk kamera dengan fitur yang diset secara otomatis, teknik seperti ini gampang-gampang susah. Karena shutter speed, iso dan diafragma saling menyesuaikan. Untuk itu, cara yang paling mudah, pastikan cahaya pemotretan cukup terang.
Untuk mencontohkan caranya, saya gunakan barang yang ada di tempat makan ya, biar gampang mengikutinya. Gambarnya seperti ini misalnya.
Sudah kelihatan bedanya? Saya perbesar ya biar lebih jelas.
Untuk membuat seperti ini, kita harus memerhatikan beberapa hal. Pertama, pencahayaan, lalu jarak antara objek dengan background dan titik fokus sebaiknya manual.
Mari kita set dulu titik fokus pada kamera kamu, kalau pake hp atau kamera saku set titik fokus pada setingan touch focus. Mengapa harus begitu, fitur tersebut akan memudahkan kita menentukan objek utama. Seperti ini.
Gambar titik fokus..
Lalu menentukan jarak antara objek dan backgroundnya. Kurang lebih pastikan antara jarak antara objek dengan background sekitar 60 centimeter hingga 1 meter. Ini jarak ideal minimal. Di atas satu meter juga tidak apa-apa, tapi jangan di bawah 60 centimeter, karena untuk kamera otomatis yang relatif berlensa biasa agak sulit memotret dengan teknik ini.
Dengan jarak ini, memungkinkan kamera untuk membedakan objek yang difokuskan dengan yang tidak difokuskan, seperti ini hasilnya.
Nah, mudah-mudahan bisa membantu, silahkan mencoba.





I intended to send you one very little note to help thank you yet again over the breathtaking pointers you’ve shared above. It has been pretty generous of people like you to convey extensively exactly what a number of us could have marketed for an e book to get some bucks for their own end, most notably seeing that you could possibly have tried it if you desired. The things in addition acted to become a fantastic way to be certain that many people have the identical zeal just like my own to learn very much more related to this problem. I believe there are millions of more pleasurable instances in the future for individuals who check out your site.