Animasi dan Film dalam Komunikasi #2

RAGAM ANIMASI SAAT INI

Jenis-Jenis Animasi dilihat dari tehnik pembuatannya animasi yang ada saat ini dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu:

  1. Animasi Stop-motion (Stop Motion Animation)

Stop-Motion adalah teknik yang menggabungkan teknik fotografi dengan teknik animasi. Teknik ini merupakan animasi yang dihasilkan dari pengambilan gambar berupa objek (berupa boneka atau lainnya) yang digerakkan setahap demi setahap. Ketika sebuah benda atau objek dibentuk sedemikian rupa, kemudian difoto satu per satu. Setelah itu, foto-foto tersebut akan menjadi bahan utama dalam pembuatan animasi.

Rangkaian foto-foto tersebut kemudian digabungkan sehingga membentuk animasi. Teknik ini sering disebut juga dengan teknik claymotion, karena dalam perkembangannya jenis animasi ini sering menggunakan media clay (tanah liat). Kini, media yang digunakan lebih beragam, misalnya boneka, kertas (origami), gambar di kertas, gambar di papan tulis, lilin/malam dan sebagainya. Misalnya, shaun the sheep, nightmare before chrismast, The Boxtrolls dan lain-lain.

download
Gambar: proses stop motion Sumber:www.stop-motion.co.id
Stop-motionh
Gambar: proses stop-motion 2 Sumber: http://www.steampowerafterschool.org/ipad-stop-motion/
Shaun-Sheep-full_3175019b
Gambar: Shaun the Sheep Sumber: http://www.telegraph.co.uk/
  1. Animasi 2 Dimensi (Traditional animation)

Jenis animasi 2 dimensi adalah animasi yang dibatasi pada 2 sisi atau dua bidang saja, yakni sisi panjang dan sisi lebar. Sehingga animasi jenis ini hanya bisa dinikmati atau dilihat dari satu sisi saja. Animasi 2 dimensi memiliki sifat flat atau datar secara visual. Animasi jenis ini sering kita jumpai di acara-acara televisi. Dikatakan tradisional, karena animasi 2 dimensi merupakan jenis yang dibuat pada awal-awal perkembangan dunia animasi. Contohnya : Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon, Mulan, Lion King, Brother Bear, Spirit, Snow White and Pinocchio dan lain-lain.

clip-art-tom-and-jerry-044172
Gambar: Tom and Jerry Sumber: http://www.vector-eps.com/classic-cartoon-characters/
  1. Animasi 3 Dimensi (Modern animation)

Berbeda dengan 2 dimensi, animasi dengan format 3 dimensi tidak dibatasi oleh sisi panjang dan lebar saja, namun ia mempunyai satu sifat, yakni kedalaman. Dengan kata lain animasi 3 dimensi merupakan sajian visual yang mempunyai ruang pada objeknya. Dalam pembuatannya pun, animasi 3 dimensi mempunyai tingkat kerumitan yang lebih tinggi daripada animasi 2 dimensi. Jenis ini mempunyai tata pencahayaan yang baik, ditambah dengan bentuknya yang lebih halus sehingga memberikan kesan ruang yang lebih terasa dan gambar yang seolah-olah nyata. Contoh film jenis ini diantaranya: finding nemo, toy story, shrek, Frozen, turbo dan lain-lain.

Toy_story_character_page
Gambar: Toy story Sumber: http://www.denofgeek.us/
  1. Animasi 4D (4 Dimensi)

Animasi 4D adalah perkembangan dari animasi 3D, jika dalam animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya maka di dalam animasi 4D kita juga dapat merasakan lebih dari sekedar wujud manusia asli.

4dx-blitzmegaplex-h
gambar: bioskop 4 dimensi sumber: indahpurnamasarihidayat.wordpress.com

Dengan teknologi 4D memungkinkan kita panca indra kita merasakan efek-efek dari animasi tersebut seperti efek merasa dan efek mencium. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyimprat ke wajah kita atau uap air menetes.

3801376_20130704015229 (1)
efek air dalam bioskop 4 dimensi sumber: www.blitzmegaplex.com

Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, unik dan mengasyikan tapi para penonton pasti tidak akan fokus ke filmnya melainkan ke efeknya saja. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yg menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya termasuk AC yang bisa tiba-tiba dingin banget saat adegan salju dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir.

Format film ini harus diputar pada bioskop khusus seperti IMAX Keong mas Taman Mini Indonesia Indah dan Bioskop Gelanggang Samudra Ancol. Harga tiketnya pun pasti lebih mahal dan film-filmnya terbatas.

Animasi dan Film dalam Komunikasi #1

ANIMASI

slide 1

  • Animasi berasal dari kata “anima” yang berarti jiwa atau hidup
  • Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali gambar atau benda diam menjadi bergerak atau hidup
  • Secara sederhana, animasi adalah upaya menghidupkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri

 

slide 2

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ANIMASI

  • Sejarah animasi dimulai sejak manusia mengenal budaya gambar atau visual, dengan ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding goa. Seperti di Spanyol, penemuan gambar yang menggambarkan gerakan dari binatang-binatang.
http://www.kenneymencher.com/2016/06/bison-15000-12000-bce-altamira-spain.html
http://www.kenneymencher.com/2016/06/bison-15000-12000-bce-altamira-spain.html
  • Saat manusia mulai menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media komunikasi, timbul keinginan menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. Terbukti dengan ditemukannya sejumlah artefak pada peradaban Mesir Kuno sekitar tahun 2000 SM. Salah satunya adalah beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose
https://www.pinterest.com/pin/381046818445526790/
https://www.pinterest.com/pin/381046818445526790/

Empat ribu tahun yang lalu, bangsa Mesir juga mencoba memvisualisasikan peristiwa atau tata cara mengenai sesuatu ke dalam gambar-gambar yang dibuat berurutan di dinding-dinding bangunan.

  • Di Indonesia, wayang kulit dianggap memenuhi syarat animasi, kesenian khas Indonesia ini dinilai sebagai salah satu bentuk animasi tertua. Wayang kulit telah ada sejak dahulu, dimana komputer dan telepon belum ditemukan. Mengapa wayang kulit dikategorikan sebagai animasi? Pada wayang kulit terdapat layar, gambar yang bergerak, bahkan dialog dan musik.
http://dimensilain.com/asal-usul-wayang-kulit/
http://dimensilain.com/asal-usul-wayang-kulit/

Animasi tidak akan pernah berkembang tanpa ditemukannya prinsip dasar dari karakter mata manusia, yakni, persistance of vision (pola penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Desvigenes, melalui peralatan optic yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggat waktu tertentu sebagai suatu pola.

http://codeworld.us/services/3d-animation/
http://codeworld.us/services/3d-animation/
http://codeworld.us/services/3d-animation/
http://codeworld.us/services/3d-animation/