003 – Komposisi Fotografi

Komposisi Fotografi

  • Komposisi fotografi adalah susunan gambar dalam satu ruang
  • Komposisi fotografi berbicara masalah menempatkan berbagai objek yang terpotret dalam bingkai foto
  • Komposisi fotografi adalah, pengaturan/penataan dan penempatan unsur-unsur gambar ke dalam frame (bingkai) gambar

 

Rule of Third

  • Rule of third atau aturan sepertiga adalah petunjuk bagaimana caranya memosisikan objek di sepertiga bagian dalam foto agar lebih enak dilihat
  • Pada aturan sepertiga, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar, baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga objek terlihat lebih indah dan seimbang
  • Tiga bagian sama besar ini foto menjadi mempunyai 9 area sama besar.
  • Perpotongan garis vertikal dan horizontal merupakan titik perhatian pemirsa dalam menyaksikan suatu adegan.

 

 

Walking Room/Lead Room

  • Ruang yang menunjukkan arah jalan objek sampai tepi frame, ruang depan lebih luas dua kali dibanding ruang belakang (30-50%)

 

Looking Room/Nose Room

  • Jarak pandang objek ke depan dengan perbandingan dua bagian depan satu bagian belakang (30-50%) *ruang kosong pada arah yang dilihat objek

Head Room

Ruang kosong yang berada di atas kepala

Over shoulder

Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu objek dalam gambar sehingga objek tampak membelakangi kamera. Sementara objek utama lebih difokuskan tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu objek ke dua

Sudut pengambilan foto

  • High angle (Bird eye), posisi objek yang difoto lebih rendah dari kita. Pengambilan gambar dengan meletakkan tinggi kamera di atas objek.
  • Kesan psikologis, objek tampak tertekan

  • Eye level, sudut pengambilan gambar di mana objek berada pada posisi sejajar dengan fotografer / sama seperti mata memandang.
  • Kesan psikologis, kewajaran dan kesetaraan

  • Low angle (Frog eye), pengambilan gambar dengan meletakkan tinggi kamera di bawah objek atau di bawah garis mata orang.
  • Kesan psikologis, objek tampak berwibawa

 

Fotografi Seri / Esai

  • Fotografi seri adalah foto-foto yang terdiri dari lebih dari satu foto, tetapi satu tema
  • Fotografi yang menjelaskan satu peristiwa atau topik dalam beberapa foto
  • Memudahkan fotografer dalam menjelaskan sebuah peristiwa karena

 

Syarat Foto Esai

  • Establishing shot, menggambarkan tempat / setting tempat kejadian. Berfungsi menggambarkan keseluruhan cerita atau objek
  • Detail shot, foto detil dari objek yang dipotret atau yang akan dijelaskan. (cu dan ecu)
  • Interaction shot, foto yang menjelaskan interaksi objek dengan lingkungan sekitarnya. (pengadeganan)
  • Climax, foto yang menjelaskan titik puncak cerita atau kunci cerita dalam foto seri yang menjadi benang merah hubungan antar foto seri.
  • Punch / closing shot, foto yang menutup cerita dalam foto seri. Biasanya meninggalkan kesan mendalam dari penikmatnya. (pesan, inspirasi atau motivasi)

 

 

003 – Membuat BAB I

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar belakang Masalah

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

1.4.2 Manfaat Praktis

 

1.1 Latar belakang Masalah

  • Memuat uraian atau penjelasan mengenai alasan-alasan sehingga permasalahan yang diajukan merupakan permasalahan yang layak untuk diteliti dan dicarikan penyelesaiannya.
  • Selain itu, bab ini juga memuat fakta-fakta yang relevan dengan masalah penelitian sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penelitian, dan alasan-alasan (empiris, teknis) mengapa masalah dikemukakan dalam dalam usulan penelitian itu dipandang penting untuk diteliti.

 

1.2 Rumusan Masalah

  • Sub bab ini menunjukkan secara tegas permasalahan dalam skripsi yang dicari pemecahannya. Umumnya rumusan masalah menggunakan kalimat tanya.
  • Perumusan masalah juga memuat proses penyederhanaan masalah yang rumit dan kompleks yang dirumuskan menjadi masalah yang dapat diteliti (researchable problems), atau merumuskan kaitan antara kesenjangan pengetahuan ilmiah atau teknologi yang akan diteliti dengan kesenjangan pengetahuan ilmiah yang lebih luas.
  • Pada skripsi kualitatif, sub bab ini disebut dengan “Fokus Penelitian”. Fokus penelitian bertujuan untuk menjabarkan rumusan masalah sekaligus batasan masalah penelitian.

 

1.3 Tujuan Penelitian

  • Menyebutkan secara jelas dan tegas tujuan yang ingin dicapai dari penelitian (penulisan).
  • Dalam beberapa hal, seharusnya tujuan penelitian juga tersirat di dalam judul penelitian.

 

1.4 Manfaat Penelitian

  • Mengindikasikan kemungkinan aplikasi dari hasil penelitian seperti yang diuraikan dalam tujuan penelitian secara teoritis maupun secara praktis.

1.4.1 Manfaat Teoritis

1.4.2 Manfaat Praktis

002 – Judul Penelitian dan etika penelitian

Judul Penelitian

  • Mewakili isi penelitian
  • Objek penelitian
  • Fokus penelitian

 

Kode Etik Penelitian

  • Rekayasa dan pemalsuan data
  • plagiarisme: tindakan mengumumkan atau memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan atau gagasan orang lain dengan cara mempublikasikan dan mengakuinya sebagai ciptaan sendiri.
  • Autoplagiarisme : tindakan (peneliti) yang mengemukakan kembali kalimat, kata, data atau idea dalam karya tulis yang telah dipublikasikan oleh yang bersangkutan tanpa menyebutkan sumbernya.

Konglomerasi Media

Definisi

  • Konglomerasi Media adalah penggabungan / pemusatan perusahaan-perusahaan (baik yang bergerak di bidang media maupun non-media) menjadi perusahaan yang lebih besar yang membawahi banyak perusahaan (media massa / non-media massa).

 

Contoh

ct corp kompas

 

Regulasi Konglomerasi Media

UU Penyiaran no.32 tahun 2002

Pasal 18

  1. Pemusatan kepemilikan dan penguasaan Lembaga Penyiaran Swasta oleh satu orang atau satu badan hukum, baik di satu wilayah siaran maupun di beberapa wilayah siaran, dibatasi.
  2. Kepemilikan silang antara Lembaga Penyiaran Swasta yang menyelenggarakan jasa penyiaran radio dan Lembaga Penyiaran Swasta yang menyelenggarakan jasa penyiaran televisi, antara Lembaga Penyiaran Swasta dan perusahaan media cetak, serta antara Lembaga Penyiaran Swasta dan lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran lainnya, baik langsung maupun tidak langsung, dibatasi.
  3. Pengaturan jumlah dan cakupan wilayah siaran lokal, regional, dan nasional, baik untuk jasa penyiaran radio maupun jasa penyiaran televisi, disusun oleh KPI bersama Pemerintah.
  4. Ketentuan lebih lanjut mengenai pembatasan kepemilikan dan penguasaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan pembatasan kepemilikan silang sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) disusun oleh KPI bersama Pemerintah.

 

Pasal 20

  • Lembaga Penyiaran Swasta jasa penyiaran radio dan jasa penyiaran televisi masing-masing hanya dapat menyelenggarakan 1 (satu) siaran dengan 1 (satu) saluran siaran pada 1 (satu) cakupan wilayah siaran.

 

Dampak Konglomerasi Media

  • Pemerintah
  • Pemilik Modal
  • Karyawan
  • Audiens / Khalayak

 

Pemerintah

  • positif
  • Pemerintah diuntungkan dengan adanya pembayaran pajak perusahaan.
  • Pemerintah dapat menyebarkan informasi/kebijakan secara lebih luas.
  • Negatif
  • Isu pemerintah menjadi transparan (sulit berbohong).
  • Opini berita dapat dikuasai oleh beberapa konglomerasi media tersebut.

 

Pemilik Media

  • Positif
  • Meminimalisir persaingan yang tidak sehat.
  • Meminimalisir kebangkrutan antar media (subsidi silang).
  • Iklan membuat keuntungan meningkat.
  • Konvergensi SDM (efektif dan efisien).
  • Pemilik media dapat menjadikan media sebagai alat propaganda.
  • Negatif
  • Manajerial menjadi relatif sulit (jumlah SDM yang besar dan budaya kerja yang berbeda)
  • Penyatuan kebijakan yang butuh proses
  • Kerugian yang besar seandainya semua perusahaan tidak mendapat untung (benefit)

 

Karyawan

  • Positif
  • Memudahkan karyawan dalam bekerja karena alat produksinya menjadi lebih lengkap dari berbagai media sebagai sumbernya.
  • Dapat saling bekerjasama antar karyawan dari satu media ke media lainnya.
  • Karyawan bisa meminta berita dari stasiun tv yang berkonglomerasi dengan perusahaannya.
  • Negatif
  • Persaingan semakin ketat antar sesama karyawan.
  • Kurangnya perhatian dari pemilik perusahaan kepada karyawan karena begitu banyaknya karyawan akibat konglomerasi media.
  • Dengan adanya konglomerasi media, perusahan sangat menekan ongkos produksi dan gaji karyawan.

 

Audiens / Khalayak

  • Negatif
  • Terjadinya homogenisasi informasi membuat khalayak membentuk suatu opini karena apa yang disampaikan oleh media bersifat seragam.
  • Audiens menganggap apa yang disampaikan oleh media benar adanya, karena berita yang disampaikan bersifat homogen.
  • Tokoh politik yang sering ditayangkan oleh stasiun tv dianggap terkesan baik oleh audiens. Karena seringnya pemberitaan yang ditayangkan oleh media.
  • Kekuatan bisnis-politik oleh media yang terlalu dominan, akibatnya kepentingan masyarakat menjadi hilang.

lapindo