Etika Komunikasi dalam Media #3 (end)

KOMUNIKASI PERLU ETIKA

Pakar Komunikasi Harold Laswell mengatakan, komunikasi adalah mengenai “who says what in which channel to whom with what effect”. Dari pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa fokus dari komunikasi adalah dampak atau efek. Dampak apa yang timbul dari sebuah aktivitas penyampaian pesan.

Efek dari komunikasi dalam kajian Psikologi Komunikasi adalah perubahan prilaku atau sikap dari komunikan, yang dikategorikan menjadi tiga, yakni, perubahan secara kognitif, afektif fan kognitif.

Perubahan kognitif misalnya, komunikan yang tidak tahu menjadi tahu setelah melakukan aktivitas komunikasi. Kemudian yang ke dua, perubahan afektif adalah ketika sikap komunikan berubah dari yang tidak suka menjadi suka setelah berkomunikasi. Tahap konatif adalah tahap ketika komunikan melakukan tindakan dari apa yang dikomunikasikan oleh komunikator. Misalnya setelah diberi tahu jika vetsin itu berbahaya, maka komunikan pada tahap konatif akan berhenti mengonsumsi vetsin.

Etika dalam komunikasi sangat penting, mengingat tugas komunikasi yang efektif tidak hanya menuntut pesan yang sampai secara baik saja, namun adanya perubahan prilaku pada komunikan setelah melakukan komunikasi. Untuk itu dibutuhkan teknik atau etika berkomunikasi yang baik dan benar. Dengan memerhatikan sejumlah aspek, misalnya usia, budaya, situasi, latar belakang dan sebagainya.

Etika Komunikasi dalam Media #2

PERBEDAAN ETIKA KOMUNIKASI

Konsep berkomunikasi dalam media terbagi dalam beberapa konteks komununikasi, mulai dari komunikasi antar pribadi hingga komunikasi massa. Para pelaku komunikasi dapat menjalankan proses penyampaian pesan secara baik kepada komunikannya.

Dalam konteks komunikasi antar pribadi misalnya, selain seorang komunikator dapat memahami cara menggunakan media yang baik, ia juga mampu mampu berkomunikasi yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di sekitar tempat ia menyampaikan pesan. Sehingga komunikan pun selain dapat memahami pesan dengan baik, dia juga tidak tersinggung kepada cara komunikator saat menyampaikan pesan.

Etika merupakan pedoman atau aturan moral bagi para pelaku komunikasi dalam berkomunikasi. Setiap situasi dan media mempunyai karakter yang berbeda (dalam konteks etika) ketika digunakan untuk berkomunikasi. Misalnya, ketika pelaku komunikasi berkomunikasi secara langsung dengan berkomunikasi menggunakan fasilitas video call. Pasti cara berkomunikasinya berbeda, walaupun dalam situasi yang sama dan dalam konteks komunikasi yang sama pula.

Berikut ini, akan dijelaskan bagaimana sebuah komunikasi memerlukan etika dalam tataran praktis.

  • KOMUNIKASI BERDASARKAN SITUASI

Apa yang Anda lakukan ketika harus menyampaikan berita kematian keluarganya yang baru saja terjadi, sementara teman Anda tersebut dalam keadaan menangis?

Jawaban kita bisa berbeda, namun jika hal itu terjadi pada saya, tentu saya akan menunggu kapan saat yang tepat untuk menyampaikan pesan sedih tersebut. Yakni, ketika ia sudah relatif tenang dan bisa menerima kabar buruk itu. Ini artinya, komunikator melihat situasi untuk menyampaikan pesan kepada komunikannya.

  • KOMUNIKASI BERDASARKAN BUDAYA

Dalam konteks budaya, kita kerap melakukan penyeragaman atau stereotip dalam memperlakukan orang. Misalnya, orang Batak biasanya mempunyai sikap lugas dengan suara lantang, seolah-olah seperti sedang marah. Sementara orang Jawa dinilai sebagai orang yang santun, bicara lemah lembut dan sensitif.

Dalam berkomunikasi, komunikator sering pula mempertimbangkan aspek budaya. Cara penyampaian pesan untuk orang Batak pasti tidak sama dengan cara berkomunikasi pada orang Jawa. Misalnya, ketika seorang manajer memecat dua karyawannya, satu orang Jawa dan satu lagi orang Batak. Pasti cara memecatnya berbeda.

  • KOMUNIKASI BERDASARKAN STATUS SOSIAL

Status sosial juga memberikan pengaruh pada cara pelaku komunikasi saat saling berkomunikasi. Misalnya, kita sering membedakan orang berdasarkan penampilan.

Jika penampilan komunikan kita mengenakan pakaian formal, lengkap dengan jas dan sepatu yang mengkilat, maka kita akan melihat dia sebagai orang dengan latar belakang ekonomi yang baik. Kita akan berlaku berbeda jika melihat komunikan kita membawa peralatan memulung dengan pakaian yang kotor dan compang-camping.

  • KOMUNIKASI BERDASARKAN TINGKAT USIA

Untuk menjelaskan poin ini, kita bisa melihat perbedaan bagaimana cara kita berkomunikasi pada orang tua kita dengan pada teman kita. Secara bahasa yang digunakan, sikap yang ditonjolkan, intonasi berbicara sudah pasti berbeda.

  • KOMUNIKASI BERDASARKAN KONTEKS

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cara manusia berkomunikasi dalam konteks antar persona dengan konteks komunikasi kelompok yang berbeda. Perbedaan etika berkomunikasi dalam ranah publik dengan dalam ranah pribadi misalnya, saat kita berbicara dalam sebuah kegiatan seminar tentunya tidak sebebas seperti curhat dengan teman.

  • KOMUNIKASI BERDASARKAN MEDIA YANG DIGUNAKAN

Media yang digunakan sudah tentu membuat cara berkomunikasi kita berbeda. Meskipun dalam konteks komunikasi antar persona, jika media yang digunakan berbeda, pasti beda pula etika atau tata cara berkomunikasinya. Misalnya ketika ngobrol dengan teman secara langsung dengan melalui telepon, cara kita berkomunikasi pasti berbeda. Ngobrol langsung kita bisa berkomunikasi tidak hanya melalui suara atau audio saja, tapi secara visual juga, jadi komunikasi yang kita lakukan akan lebih komprehensif atau lebih rinci, karena kita tidak hanya memaknai via suara saja, melainkan gerak tubuh, cara berbicara juga bisa kita maknai pula.

Etika Komunikasi dalam Media #1

PENGERTIAN ETIKA

Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.

Etika dan moral kurang lebih sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

  • Hamzah YacubPengertian Etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dan memperlihatkan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
  • James J. Spillane SJEtics atau etika memperhatikan atau mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan moral. Etika mengarah atau menghubungkan penggunaan akal budi individual dengan objektivitas untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku seseorang terhadap orang lain.
  • Asmaran, etika adalah sebuah studi mengenai tingkah laku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran-kebenarannya sebagaimana adanya, tetapi juga menyelidiki manfaat atau kebaikan dari seluruh tingkah laku manusia.
  • Poerwadarminta mengemukakan Pengertian Etika, Etika adalah ilmu pengetahuan mengenai asas-asas akhlak (moral).
  • Soergarda Poerbakawatja, Etika ialah filsafat mengenai nilai, kesusilaan, tentang baik dan buruk, kecuali etika mempelajari nilai-nilai, ia juga merupakan pengetahuan mengenai nilai-nilai itu sendiri.

Dalam bahasa Indonesia kata etika ini kurang begitu populer dan jarang dipergunakan, istilah etika lebih sering dipergunakan dalam kalangan terpelajar. Kata yang sepadan dengan etika serta yang biasa dipergunakan di dalam masyarakat adalah susila atau kesusilaan.

Etika dalam hukum islam merupakan bagian dari akhlak. Etika merupakan bagian dari akhlak, karena akhlak bukan hanya menyangkut perilaku manusia yang bersifat perbuatan lahiriah saja. Akhlak ini mencakup hal-hal yang lebih luas, yaitu meliputi bidang akidah, ibadah dan syariah.

Dari pemahaman tersebut, maka penulis menyimpulkan bahwa etika adalah sebuah teknik atau tata cara individu dalam bertindak. Melalui etika, tindakan manusia akan dinilai baik, buruk, salah, benar dan seterusnya. Etika lahir secara turun temurun dan menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, sehingga secara sadar dan tidak sadar menjadi ukuran tindakan manusia, baik tertulis maupun tidak tertulis.

Etika Terdiri dari Etika Deskriptif dan Etika Normatif

Ada dua macam etika yang harus dipahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia :

  • Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
  • Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan digunakan.

Animasi dan Film dalam Komunikasi #4 (end)

Peran Animasi dan Film dalam Media Komunikasi

Animasi dan film pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan, di berbagai bidang menyangkut proses penyampaian pesan, baik yang sifatnya informatif maupun interaktif. Misalnya, seperti komunikasi di bidang media hiburan, iklan, film, presentasi perusahaan, pendidikan dan lain-lain.

Ilustratif, Informatif, Aktraktif dan Interaktif

  1. Membuat hal abstrak menjadi konkret
  2. Membantu keterbatasan indera manusia (slow motion, fast motion, memperkecil atau memperbesar ukuran objek
  3. Mengatasi batasan ruang dan waktu
  4. Menghindari salah pengertian
  5. Membuat sajian informasi menjadi lebih menarik
  6. Memudahkan komunikan menerima pesan dari komunikator

Animasi dan Film dalam Komunikasi #2

RAGAM ANIMASI SAAT INI

Jenis-Jenis Animasi dilihat dari tehnik pembuatannya animasi yang ada saat ini dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu:

  1. Animasi Stop-motion (Stop Motion Animation)

Stop-Motion adalah teknik yang menggabungkan teknik fotografi dengan teknik animasi. Teknik ini merupakan animasi yang dihasilkan dari pengambilan gambar berupa objek (berupa boneka atau lainnya) yang digerakkan setahap demi setahap. Ketika sebuah benda atau objek dibentuk sedemikian rupa, kemudian difoto satu per satu. Setelah itu, foto-foto tersebut akan menjadi bahan utama dalam pembuatan animasi.

Rangkaian foto-foto tersebut kemudian digabungkan sehingga membentuk animasi. Teknik ini sering disebut juga dengan teknik claymotion, karena dalam perkembangannya jenis animasi ini sering menggunakan media clay (tanah liat). Kini, media yang digunakan lebih beragam, misalnya boneka, kertas (origami), gambar di kertas, gambar di papan tulis, lilin/malam dan sebagainya. Misalnya, shaun the sheep, nightmare before chrismast, The Boxtrolls dan lain-lain.

download
Gambar: proses stop motion Sumber:www.stop-motion.co.id
Stop-motionh
Gambar: proses stop-motion 2 Sumber: http://www.steampowerafterschool.org/ipad-stop-motion/
Shaun-Sheep-full_3175019b
Gambar: Shaun the Sheep Sumber: http://www.telegraph.co.uk/
  1. Animasi 2 Dimensi (Traditional animation)

Jenis animasi 2 dimensi adalah animasi yang dibatasi pada 2 sisi atau dua bidang saja, yakni sisi panjang dan sisi lebar. Sehingga animasi jenis ini hanya bisa dinikmati atau dilihat dari satu sisi saja. Animasi 2 dimensi memiliki sifat flat atau datar secara visual. Animasi jenis ini sering kita jumpai di acara-acara televisi. Dikatakan tradisional, karena animasi 2 dimensi merupakan jenis yang dibuat pada awal-awal perkembangan dunia animasi. Contohnya : Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon, Mulan, Lion King, Brother Bear, Spirit, Snow White and Pinocchio dan lain-lain.

clip-art-tom-and-jerry-044172
Gambar: Tom and Jerry Sumber: http://www.vector-eps.com/classic-cartoon-characters/
  1. Animasi 3 Dimensi (Modern animation)

Berbeda dengan 2 dimensi, animasi dengan format 3 dimensi tidak dibatasi oleh sisi panjang dan lebar saja, namun ia mempunyai satu sifat, yakni kedalaman. Dengan kata lain animasi 3 dimensi merupakan sajian visual yang mempunyai ruang pada objeknya. Dalam pembuatannya pun, animasi 3 dimensi mempunyai tingkat kerumitan yang lebih tinggi daripada animasi 2 dimensi. Jenis ini mempunyai tata pencahayaan yang baik, ditambah dengan bentuknya yang lebih halus sehingga memberikan kesan ruang yang lebih terasa dan gambar yang seolah-olah nyata. Contoh film jenis ini diantaranya: finding nemo, toy story, shrek, Frozen, turbo dan lain-lain.

Toy_story_character_page
Gambar: Toy story Sumber: http://www.denofgeek.us/
  1. Animasi 4D (4 Dimensi)

Animasi 4D adalah perkembangan dari animasi 3D, jika dalam animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya maka di dalam animasi 4D kita juga dapat merasakan lebih dari sekedar wujud manusia asli.

4dx-blitzmegaplex-h
gambar: bioskop 4 dimensi sumber: indahpurnamasarihidayat.wordpress.com

Dengan teknologi 4D memungkinkan kita panca indra kita merasakan efek-efek dari animasi tersebut seperti efek merasa dan efek mencium. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyimprat ke wajah kita atau uap air menetes.

3801376_20130704015229 (1)
efek air dalam bioskop 4 dimensi sumber: www.blitzmegaplex.com

Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga, unik dan mengasyikan tapi para penonton pasti tidak akan fokus ke filmnya melainkan ke efeknya saja. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yg menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya termasuk AC yang bisa tiba-tiba dingin banget saat adegan salju dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir.

Format film ini harus diputar pada bioskop khusus seperti IMAX Keong mas Taman Mini Indonesia Indah dan Bioskop Gelanggang Samudra Ancol. Harga tiketnya pun pasti lebih mahal dan film-filmnya terbatas.

Animasi dan Film dalam Komunikasi #1

ANIMASI

slide 1

  • Animasi berasal dari kata “anima” yang berarti jiwa atau hidup
  • Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali gambar atau benda diam menjadi bergerak atau hidup
  • Secara sederhana, animasi adalah upaya menghidupkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri

 

slide 2

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ANIMASI

  • Sejarah animasi dimulai sejak manusia mengenal budaya gambar atau visual, dengan ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding goa. Seperti di Spanyol, penemuan gambar yang menggambarkan gerakan dari binatang-binatang.
http://www.kenneymencher.com/2016/06/bison-15000-12000-bce-altamira-spain.html
http://www.kenneymencher.com/2016/06/bison-15000-12000-bce-altamira-spain.html
  • Saat manusia mulai menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media komunikasi, timbul keinginan menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. Terbukti dengan ditemukannya sejumlah artefak pada peradaban Mesir Kuno sekitar tahun 2000 SM. Salah satunya adalah beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose
https://www.pinterest.com/pin/381046818445526790/
https://www.pinterest.com/pin/381046818445526790/

Empat ribu tahun yang lalu, bangsa Mesir juga mencoba memvisualisasikan peristiwa atau tata cara mengenai sesuatu ke dalam gambar-gambar yang dibuat berurutan di dinding-dinding bangunan.

  • Di Indonesia, wayang kulit dianggap memenuhi syarat animasi, kesenian khas Indonesia ini dinilai sebagai salah satu bentuk animasi tertua. Wayang kulit telah ada sejak dahulu, dimana komputer dan telepon belum ditemukan. Mengapa wayang kulit dikategorikan sebagai animasi? Pada wayang kulit terdapat layar, gambar yang bergerak, bahkan dialog dan musik.
http://dimensilain.com/asal-usul-wayang-kulit/
http://dimensilain.com/asal-usul-wayang-kulit/

Animasi tidak akan pernah berkembang tanpa ditemukannya prinsip dasar dari karakter mata manusia, yakni, persistance of vision (pola penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Desvigenes, melalui peralatan optic yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggat waktu tertentu sebagai suatu pola.

http://codeworld.us/services/3d-animation/
http://codeworld.us/services/3d-animation/
http://codeworld.us/services/3d-animation/
http://codeworld.us/services/3d-animation/

Foto Produk untuk Pemula

hallo, nah kali ini saya akan bahas fotografi produk untuk pemula, menggunakan kamera hand phone. Buat para pedagang-pedagang online, saya kira ini berita bagus. Dalam tema kali ini, saya akan bahas bagaimana cara melakukan foto produk dengan peralatan yang sangat sederhana, plus kamu bisa lebih cepat upload jadi iklan dagangan kamu.

okay, kita mulai dari peralatan dulu, inilah beberapa peralatan yang harus kamu siapkan:

1. karton ukuran besar, kira-kira 60×90 cm. (tetap fleksibel, ukuran disesuaikan dengan ukuran objek)

2. lampu belajar dengan lampu putih sebanyak 2 atau 3 buah.

3. solatip atau lakban

4. tiang penyangga

5. hand phone (untuk kamera kamu)

nah, kira-kira peralatannya seperti itu, ini kebutuhan minimum ya.

selanjutnya kita lakukan penataan peralatan

karton akan kita gunakan untuk latar belakang, sebetulnya warna apa saja bisa dipakai sesuai selera, tapi saya lebih senang menggunakan warna putih. Lakukan seperti yang di foto, latar belakang kita tekuk sehingga objek seperti pada bidang datar. Untuk tiang bisa kita akali dengan menempelkan latar belakang ke tembok rumah. Lalu lampu akan mengikuti selera fotografer, tapi posisi yang saya rekomendasikan ada di sebelah kiri dan kanan objek. Jangan lupa, hand phone batrenya mesti penuh ya.

Nah, ini beberapa hasil dari pemotretan menggunakan kamera hp yang dibantu dengan peralatan yang tadi saya sebutkan. Ya memang ga bagus-bagus amat, tapi untuk standar visual pasar online cukup lah, langsung upload di intagram, path dan lain-lain.

semoga bisa jadi bahan masukan buat bantu usaha online kamu. walaupun sedikit, mudah-mudahan bermanfaat.

Fotografi dari Kamera HP #11 (end)

Waktunya Motret

Akhirnya, kita di babak akhir… nah, di seri terakhir saya coba simpulkan beberapa langkah dalam fotografi ringan untuk terapi.

1. Fotografi adalah kegiatan yang menyenangkan, oleh sebab itu, kamu harus pastikan fotografi adalah kegiatan pelepas penat. Jangan serius-serius… santai saja.

2. Agar fotografi lebih menyenangkan, setting kamera kamu ke mode otomatis, biar ga banyak pikiran menentukan kecepatan shutter dan lain-lain. Masa bodoh manual, pake otomatis saja, lebih asyik.

3. Jangan lupa untuk selalu membawa kamera kamu, kemana pun kamu pergi.

4. Gunakan kamera kecil dan portable saja, biar mudah dibawa-bawa dan muat di saku celana.

5. Jangan pernah malas menggunakan kamera, dimanapun kamu berada, potret setiap pemandangan yang menurut kamu indah.

6. Untuk lebih memudahkan, set ikon aplikasi kamera di “home” hp kamu. Jadi begitu ada yang menarik, angkat kamera kamu dan klik langsung app kamera kamu.

7. Selalu siaga dan hati-hati sama copet.

8. Pastikan batere kamera selalu penuh.

9. Bawalah power bank buat kamu yang menggunakan kamera hp.

10. Perbanyak referensi foto dari berbagai sumber, internet, majalah, koran, iklan, baligo dan lain-lain.

11. Review dan jangan malu-malu mengunggah foto kamu di media sosial.

12. Kalau bisa, ikutan lomba fotografi.

Nah, kurang lebih seperti itu, sekarang saya kasih kamu beberapa contoh hasil foto-foto saya. Selamat menikmati.

001. Pantau KRL

 002. Monas Invantion

003. Banjir

 004. Imlek

005. Merdeka atau mati

 006. Sunset

007. Flower city

 008. Panen

009. Beos

 010. Dilarang kencing

 011. Melawan atau miskin

 012. Ritual

 013. Peluk

 014. hormat

Fotografi dari Kamera HP #9

Elemen Garis dalam Komposisi Fotografi

Setelah mengaplikasikan teori aturan tiga ruang atau rule of third, sekarang mari kita pelajari sedikit elemen garis yang bisa diaplikasikan dalam fotografi kamu. Dalam mengaplikasikan elemen garis ini, hal yang harus kamu latih adalah kepekaan melihat garis dalam setiap objek fotografi yang kamu potret.

Ada beberapa beberapa jenis garis yang bisa kamu cermati, garis lurus baik horizontal atau mendatar dan vertikal atau meninggi. Ada pula garis diagonal baik yang miring ke kiri maupun miring ke kanan. Kemudian, garis yang spesial, seperti garis melengkung.

Saya kira dengan mengenal keempat jenis garis ini, kamu bisa ikuti dengan sangat mudah. Seperti apa caranya?

Elemen yang pertama adalah garis vertikal. Garis seperti ini bisa kamu temukan hampir di semua bangunan. Yang paling sederhana menemukan elemen garis ini misalnya pada tiang-tiang penyangga bangunan.

Seperti pada tiang penyangga kanopi yang ada di peron stasiun, kalau kita deretkan dan dibuat seolah-olah mempunyai ukuran yang berbeda, dari besar hingga kecil, jadi bisa lebih asyik ya. Atau bisa juga garis yang terdapat pada pintu kereta.

Bisa juga pada pilar-pilar sebuah gedung, dipadu-padankan dengan elemen cahaya misalnya, membuat foto garis tersebut terlihat menjadi aksen yang asyik pula. Di potret dari bawah, tambah lagi karakter pilar tersebut terlihat seperti berwibawa, kokoh dan agung.

Selain secara vertikal atau lurus, elemen garis bisa kita temukan secara mendatar atau horizontal. Garis seperti ini biasanya kita temukan pada foto dengan format lansekap, seperti foto pemandangan. Foto laut misalnya, ketika kita memotret matahari terbit atau tenggelam, di antara matahari yang menjadi objek foto, kita akan melihat batas antara laut dan udara seolah-olah dipisahkan satu garis lurus mendatar.

Saya mencontohkan dengan objek yang berbeda, saya ambil di dalam pesawat. Di bangku bagian belakang, biasanya kita bisa menjadikan sayap pesawat menjadi aksen atau malah objek yang asyik, sehingga foto terlihat semakin lengkap. Kembali ke soal garis horizontal, di sini kamu bisa melihat seolah-olah ada garis pembatas mendatar yang memisahkan antara langit yang biru dengan gumpalan awan-awan yang menguning karena terpaan matahari sore. Lumayan la ya, bisa tergambar bagaimana memanfaatkan garis mendatar pada fotografi.

Pada landasan pacu pesawat ini pula bisa kita lihat adanya garis horizontal yang melintang seolah-olah membatasi antara daratan dengan langit.

Garis selanjutnya adalah garis diagonal, garis ini bisa kita temui pada tanjakan tol atau tugu dengan arsitektur diagonal seperti tugu dirgantara di wilayah pancoran Jakarta.

Kita juga bisa buat sendiri dengan membuat garis diagonal yang sesungguhnya garis lurus. Seperti pada kabel listrik ini misalnya, sebetulnya dia bisa kita tentukan mau lurus atau miring.

Nah, si kabel listrik ini mempunyai karakter yang lurus, namun karena menurut saya lebih bagus jika terlihat diagonal, maka seperti ini lah hasilnya.

Selanjutnya adalah garis melengkung, garis seperti ini bisa kita temukan di lintasan jalan tol, atau lintasan sirkuit balap yang biasanya jarak pemisah antara jalur utama dengan pinggiran itu dipisahkan secara tegas oleh garis nyata.

Saya kira fotografer-fotografer balapan di semua tipe lintasan balap, garis melengkung selalu menghiasi foto-foto dahsyat mereka. Misalnya ketika Valentino Rossi menyalip Dani Pedrosa di tikungan, nah aspek lengkungan pasti menghiasi aksi mereka.

Agak susah sepertinya di Indonesia mencari arena balap yang legendaris, tapi kita bisa siasati dengan melatih naluri fotografi kita dari hal-hal yang sederhana, seperti balapan radio control ini misalnya, biasanya di mal-mal terdekat kamu juga pasti ada, tinggal ikuti saja jadwalnya dan cari tahu di komunitas-komunitas.

Garis melengkung tidak hanya bisa kita temukan dari lintasan balap. Ingat naluri menangkap garis dalam fotografi tidak melulu adanya garis tegas, tapi juga kita bisa dapatkan dari kehidupan nyata dengan mengaplikasikan garis imajiner atau garis khayalan dalam foto kita.

Seperti foto suasana di Bundaran Hotel Indonesia ini misalnya, kira-kira garis apa saja yang bisa kita lihat di dalam foto ini? Kalau kamu melihat ada garis lurus vertikal, garis horizontal saja berarti kamu kurang peka. Lihatlah lebih dalam, cahaya dari mobil-mobil di foto ini membentuk garis melengkung yang disebabkan mobil-mobil tersebut mengikuti alur melingkar dari bentuk Bundaran HI. Jadi, garis-garis dalam foto bisa kita dapat dengan mengembangkan daya imajinasi kita.

Nah, bagaimana, sudah bertambah lagi konsep pembuatan foto yang sesuai dengan keinginan kamu? ya walaupun sedikit, paling tidak bisa menambah pengetahuan ya, dan yang paling penting bisa menambah semangat kamu memotret ya.

Fotografi dari Kamera HP #10

Eksperimen Saat Jalan Pulang

Untuk tulisan sekarang, saya ingin mendorong kepekaan kamu dalam melakukan fotografi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kalau memotret tidak melulu harus di tempat-tempat indah. Di tempa-tempat yang rutin kita tempati atau kunjungi juga dapat memberikan suasa berbeda di foto kamu.

Nah, berikut ini saya akan ajak kamu untuk merespon jalan pulang, baik pulang dari kantor, dari kampus atau dari sekolah. Bisa juga pulang dari rumah saudara atau sepulang belanja di pasar, mau tradisional atau modern pada dasarnya mempunyai karakter yang mirip.

Saya akan contohkan beberapa foto hasil potretan saya ketika dalam perjalanan pulang dari kantor. Pertama-tama yang harus kamu perhatikan tentu saja hati-hati saat mengeluarkan kamera kamu, karena di perjalanan, terutama di Jakarta mesti ekstra hati-hati sama tangan jahil pencopet. Rese banget deh kalau udah kecopetan, jadi hati-hati ya. Dan, yang paling penting, jangan sampai lupa batre kamera mesti terisi, sayang aja ketika melihat suasana yang cantik tak bisa dipotret karena abis batre, apes itu namanya.

Rute perjalanan saya dari kantor menuju rumah, saya selalu di arah jalan Thamrin ke arah stasiun Sudirman, atau bisa juga melalui jalan Kebon Sirih menuju stasiun Gondangdia. Kita lihat ada apa aja ya?

Sebelum pulang, saya sesekali suka nongkrong di tempat parkir kantor sore-sore, wah ternyata langit sedang sangat aduhay. Tak berpikir lama, saya langsung keluarkan kamera hp, ambil lansekap gedung-gedung perkantoran dengan latar belakang langit biru. Lumayan bikin puas deh.

Jalan pulang ke arah stasiun Gondangdia, ada beberapa ruas jalan yang di dalamnya sedang melakukan proyek pembangunan sebuah gedung. Pas mampir, saya tepat berada di bawah gedung tersebut, begitu melihat ke atas, wah terlihat menarik, ini jenisnya seperti foto repetisi atau pengulangan bidang awal sampai akhir, bisa kita lihat kontstruksi lantai pertama hingga ke atas nyaris mirip konstruksinya. Ditambah dengan crane yang berada di depannya, membuat pemandangan jadi lebih unik, sayang buat dilewatkan ya?

Sesampai di Gondangdia, sambil duduk saya melihat ke arah jam 12, awalnya cuma iseng-iseng motret karena ga ada yang bisa dikerjakan selama nunggu kereta datang. Setelah motret langsung diedit di instagram, walhasil jadi seperti ini.

Kesorean di Gondangdia akhirnya gelap juga, karena stasiun berada di lantai 3 atau 4, jadi kita bisa melihat ke bawah. Ini juga pemandangan yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Tanpa pikir panjang, jepret lagi.

Nah, itu kalau saya lewat jalur kebon sirih, kalau saya lewat Thamrin ke stasiun Sudirman, pasti saya lewat Bundaran HI. Tempat ini memang pusat kota yang selalu dijadikan objek foto bagi semua kalangan fotografer. Saya yakin 99 persen di antara kamu yang pernah mengunjungi Bundaran HI pasti pernah motret tempat ini.

Di tempat ini, ada banyak spot yang bisa kita gunakan untuk mengambil foto, misalnya jembatan darurat yang dibuat untuk antisipasi penyebrang dari arah Plaza Indonesia ke arah Wisma Nusantara atau sebaliknya.

Dikatakan darurat, karena sebelumnya jembatan berdiri tepat di atas Halte Plaza Indonesia, jadi sementara dipindahkan karena sedang ada pembangunan jalur MRT di Jakarta.

Dari Jembatan ini, kita bisa melihat muka Bundaran HI dari atas, ini juga kerap digunakan fotografer-fotografer untuk mengabadikan Bundaran HI. Tapi saya melaihat ke arah lain, yakni kesibukan para pekerja proyek pembangunan jalur MRT. Ditambah aksen lampu-lampu dari kendaraan yang tengah macet.

Jika beruntung, kamu akan melihat kegiatan-kegiatan dadakan yang digelar di Bundaran HI. Saat itu saya bertemu dengan komunitas yang peduli dengan buruh migran. Mereka tengah berdemo, dan epik sekali karena menggunakan aksen lilin dalam aksi unjuk rasa mereka. Beruntung sekali deh.

Sampai di Stasiun, ya udah lah ambil semua kegiatan deh, apa aja yang ada langsung sikat.

Saat menunggu.

Saat dalam ruangan.

Saat transit.

dan lain-lain.. pokoknya kreatif aja merespon setiap kesempatan ya. Silahkan berkreasi saja sama kamera kamu, apapun merknya.